Minggu, 08 Mei 2011

contoh laporan bahasa indonesia

Tugas Bahasa Indonesia

LAPORAN

STUDI TUR KE BALI

SMP NEGERI 1 KAYEN

TAHUN PELAJARAN 2010/2011

DISUSUN OLEH:

IKA IRMAWATI SUSANTO

VIII BILINGUAL

DAFTAR ISI

Daftar isi…………………………………………………………i

I. Pendahuluan

A. Latar Belakang………………………………………1

B. Tujuan dan Manfaat…………………………………2

II. Isi

A. Pelaksanaanya……………………………………….3

B. Waktu Pelaksanaan……………………...…………..3

III. Penutup

A. Kesimpulan………………………………………….5

B. Saran………………………………………………...5

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

SMP Negeri 1 Kayen, biasanya mengadakan Studi Tur setiap tahunnya. Dan itu hanya ditunjukkan kepada siswa-siswi kelas dua / VIII. Studi Tur ini tidak harus / diwajibkan kepada semua siswa siswi SMP Negeri 1 Kayen kelas VIII, namun bagi yang berminat saja. Bagi yang tidak berminat mengikuti, tidak masalah. Biasanya sebelum mengikuti Studi Tur, terlebih dahulu diberikan formulir yang berisi penjelasan tentang lokasi Studi Tur yang harus dipilih. Bagi lokasi yang memliki suara terbanyak dipilih oleh siswa siswi, maka disitulah Studi Tur akan dilaksanakan.

Lokasi Studi Tur dipilih melalui voting / pilihan suara terbanyak siswa . Akhirnya lokasi Bali lah yang menjadi tujuan Studi Tur-nya, karena banyak sekali siswa yang memang tertarik pergi ke sana. Setelah pemilihan tempat, para siswa siswi SMP Negeri 1 Kayen diberi selembar angket lagi yang berisi penentuan ikut tidaknya dalam kegiatan tersebut. Di sini, kita dapat mengikuti atau tidak mengikuti Studi Tur itu. Bagi yang tidak mengikuti, memang tidak dipaksakan karena mungkin ada beberapa alasan yang lain.

Lokasi Studi Tur sebetulnya tidak hanya satu, melainkan ada beberapa. Setiap siswa tidak boleh memilih lebih dari satu. Ada Malang dan Jakarta. Soal harga memang Lokasi Bali lah yang agak mahal. Namun dengan hal tersebut, tetap tidak menggoyahkan keinginan dan niat siswa yang ingin pergi ke Pulau Dewata yang indah itu.

SMP Negeri 1 Kayen mengadakan Studi Tur ke tempat yang memang sering dikunjungi oleh SMP ini pada tahun-tahun sebelumnya. Setiap tahun, lokasi-lokasi yang dikunjungi berbeda-beda. Misalnya, tahun kemarin ke Jakarta, dan tahun ini ke Bali. Mungkin tahun besok bisa juga di tempat lainnya, sesuai dengan pilihan terbanyak para siswa yang telah memilih.

Tidak hanya siswa yang ikut, beberapa guru pun banyak yang ikut pula, namun tidak seluruhnya. Hanya guru wali kelas VIII saja. Karena kegiatan Studi Tur ini dilaksanakan hampir mendekati Ujian Nasional. Jadi, banyak para Bapak / Ibu Guru yang sedang mempersiapkan Ujian Sekolah dan/ Ujian Nasional tersebut. Di sini, para Guru mempunyai tugas untuk mendampingi para siswa siswi SMP Negeri 1 Kayen.

B. Tujuan dan Manfaat

Setiap siswa pasti akan mengalami kejenuhan / bosan jika terus menerima pelajaran. Sebagai siswa, saya juga pernah merasakannya. Namun tidak berarti hari libur harus selalu diadakan. Ada cara lain misalnya belajar dengan Out Door, Studi Tur, dan Joyful Learning (pembelajaran yang menyenangkan). Dengan cara ini, siswa dapat belajar sambil mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan pastinya tidak menbosankan.

Misalnya saja langsung datang ke tempatnya. Maka siswa akan merasa yakin dan percaya atau mungkin akan lebih mengerti dengan sesuatu tersebut. Tujuan dari Studi Tur sendiri agar siswa dapat mengetahui sesuatu yang belum mereka mengerti atau penasaran tentang tempat tersebut, dapat mengenal daerah luar / asing, yang belum dapat mereka kunjungi. Yang tadinya siswa hanya dapat melihat dari Televisi, gambar atau foto, dan internet, sekarang siswa dapat melihatnya secara langsung dan dapat pula mempelajarinya secara detail dan nyata.

Seperti halnya Studi Tur yang diadakan di Pulau Bali, agar siswa dapat mengenal kebudayaan asli Bali, serta mengetahui adat istiadat yang masih melekat di dalam diri masyarakat Pulau Bali walaupun banyak kebudayaan asing yang datang, dan adanya tempat-tempat pariwisata yang berguna dan beramanfaat.

Contohnya saja setiap rumah di Bali bagi yang berumat Hindu pasti mempunyai tempat sendiri untuk beribadah, dan juga setiap tempat-tempat apapun pasti ada pura kecil yang berisi sesajen di depannya. Itu adalah salah satu kebudayaan dan adat istiadat di Bali yang sampai sekarang masih ada dan dilaksanakan sementara kebudayaan asing dating yang dibawa oleh para turis yang berkunjung ke Bali.

Tempat-tempat yang dikunjungipun beraneka ragam, seperti GWK (Garuda Wisnu Kencana), di sana ada pertunjukan Tari Barong yang berguna bagi siswa agar mengetahui keanekaragaman budaya di Indonesia salah satunya di Bali. Juga Pulau Penyu, di sana ada penangkaran penyu yang saat ini mulai jarang dilakukan.

Dengan adanya pemandu wisata, juga sangat bermanfaat bagi siswa yang belum mengerti dapat langsung bertanya.

C. SUASANA PELAKSANAAN

. Di dalam bus ini, paling tidak ada sekitar 60 penumpang. Di dalam bus ini semuanya bergembira, saling bersenda gurau, dan bernyanyi seiring dengan lagu-lagu yang diputar oleh supir bus / asistan bus. Walaupun mereka belum sangat akrab karena mereka terdiri dari 3 kelas, yaitu kelas 8E, 8F, dan 8BL, mereka sudah dapat bergaul dan menyesuaikan keadaan.

Namun dalam perjalanan, di dalam bus ini ada hal yang tidak mengenakkan, yaitu pada saat ada beberapa siswa yang mabuk, sakit, dan muntah-muntah. Namun Tour Leader segera tangkas menanganinya. Di dalam bus ini diddampingi oleh beberapa guru, yaitu antaranya Bu Siti Saadah, Bu Nurofiah, dan Pak Teguh Suroso. Para guru juga ikut berpartisipasi membantu para muri didiknya.

Bus ini tidak pernah sepi akan gurauan yang heboh dari para siswa. Sehingga dapat membantu temannya yang habis muntah / sakit untuk melupakan sakitnya dan mabuknya (membangkitkan semangat). Banyak juga teman sebangku dari siswa yang muntah / sakit membantu mengoleskan minyak angin, mengambilkan plastic jika teman sampingnya ingin muntah, memijat leher temannya. Sehingga saya rasa para siswa di dalam bus ini memiliki perhatian dan jiwa perikemanusiaan yang besar terhadap temannya. Dan juga dapat meringankan beban guru pendamping serta Tour Leadernya.

Di dalam bus B ini ada seorang pemandu yang berasal dari Bali yang bertugas memberi tahu / menjelaskan tentang budaya Bali kepada para siswa / guru pendamping yang ingin bertanya. Namanya adalah Bli I Wayan Mustika. Beliau asli orang Bali. Dari cara bicaranya dan baju yang ia kenakan, beliau menunjukkan bahwa dirinya asli orang dari Bali.

Walaupun dalam perjalanan, pada waktu sembahyang pun bus selalu berhenti untuk mengadakan sholat (bagi yang muslim) meskipun tidak selalu tepat waktu. Juga pada saat makan bus selalu berhenti di tempat makan yang memang sudah direncanakan. Kadang perjalanan tidak selalu mulus, biasanya ada kemacetan yang tidak bias dihindari, seperti pada saat rombongan kami terjebak macet serta hujan deras di Sidoarjo, Jawa Timur. Tetapi walaupun begitu, perjalanan kami tetap mengasyikkan.

BAB II

ISI

A. Pelaksanaannya

Para siswa siswi yang berminat mengikuti Studi Tur ini harus mengisi formulir beserta tanda tangan persetujuan dari orang tua siswa sebagai tanda ikut tidaknya dalam kegiatan Studi Tur ini. Setelah mendapat pengarahan, dan kartu identitas untuk digantungkan di tas masing-masing agar tidak tertukar, serta buku panduan, maka waktu pemberangkatan pun akan tiba.

Di formulir, tertulis pelaksanaan Studi Tur selama 5 hari, 2 hari perjalanan, 2 malam menginap di hotel. Tidak terasa waktu pemberangkatan pun sebentar lagi tiba. Para siswa sangat gembira dan tidak sabar.

B. Waktu Pelaksanaan

Akhirnya, pada hari Jum’at tanggal 11 Maret 2011, siswa siswi SMP Negeri 1 Kayen berangkat Studi Tur ke Bali. Sekitar jam 08.00, rombongan siswa siswi SMP Negeri 1 Kayen sudah berkumpul di halaman sekolah. Sebelum berangkat, siswa berkumpul seperti halnya pada saat upacara untuk mendapatkan pengarahan dan do’a bersama, tapi baris kali ini menurut pada bus yang ditumpanginya. Ada 4 bus dari Naura Tour yang akan mengantar rombongan siswa siswi ke Pulau Bali, 3 bus berukuran besar, dan yang 1 bus berukuran agak kecil.

Sekitar 16 jam perjalanan dan sempat mengalami kemacetan sekitar 2 jam di Sidoarjo, Jawa Timur, akhirnya pada jam 01.00 pagi rombongan siswa siswi sampai di Pelabuhan Katapang, Jawa Timur untuk menyeberang melewati selat sunda. Sekitar jam 05.00 WIB, rombongan SMP Negeri 1 Kayen telah sampai di Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Perjalanan rombongan SMP Negeri 1 Kayen, dilanjutkan. Ada beberapa lokasi yang akan mereka kunjungi, yaitu: Tanah Lot, Tanjung Benoa, GWK (Garuda Wisnu Kencana), melihat Tari Barong, Joger, Pantai Kuta, Krisna, dan Danau Bedugul. Dalam perjalanan, mereka ditemani oleh seorang pemandu wisata asli dari Bali, yang tentu saja mengetahui banyak tentang kehidupan dan budaya Bali.

Selama 2 malam mereka menginap di hotel Made, Bali. Setiap kamar, berisi 4 siswa. Yang wanita, dengan wanita, yang laki-laki, dengan laki-laki.

Tidak sungkan-sungkan, banyak sekali yang ingin bertanya mulai dari adapt istiadatnya hingga yang lain. Sehingga perjalanan mereka tidak jenuh dan membosankan.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kegiatan Studi Tur tidak hanya bertujuan untuk bersenang-senang atau untuk menghabiskan uang saja. Tetapi, juga bisa untuk menambah wawasan siswa. Untuk pembelajaran, tempat yang bisa juga dijadikan pembelajaran hanya tempat-tempat yang tertentu pula. Seperti halnya tempat bersejarah. Selain itu, kegiatan Studi Tur juga bisa digunakan sebagai sarana penyegaran karena setiap hari siswa telah mendapatkan pelajaran sehingga mengalami kejenuhan.

Dari pelaksanaan Studi Tur tersebut dapat diambil kesimpulan beberapa fungsi dari Studi Tur ini, yaitu sebagai berikut :

1. Kegiatan Studi Tur yang diadakan ini sangat bermanfaat, karena selain tempatnya yang bersejarah, juga mengandung kehidupan yang bersejarah pula.

2. Di sini, kita dapat banyak mempelajari dan mengetahui budaya Bali.

3. Tahu tempat pariwisata di Bali, yang awalnya mungkin hanya dapat dilihat dari Televisi, gambar, atau internet. Dengan adanya kegiatan Studi Tur ini, mereka jadi bisa melihat secara langsung, detail, dan nyata.

4. Dapat menambah wawasan dan keaktifan para siswa siswi SMP Negeri 1 Kayen.

B. Saran

Sebaiknya kegiatan Studi Tur ini diadakan rutin setiap tahunnya, agar setiap siswa siswi yang belum pernah tahu dapat mengunjungi tempat bersejarah ini. Semoga dapat berguna bagi siswa siswi SMP Negeri 1 Kayen yang akan dating. Mungkin bagi yang tidak mengikuti Studi Tur ini akan kecewa berat dan penasaran ingin tahu, apa isi dan manfaat dari kegiatan Studi Tur ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar